Koperasi Wanita Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga

    Potensi koperasi wanita di Jawa Barat dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga dan pemberdayaan usaha perempuan, Jumat (27/2/2026).

Hal tersebut disampaikan Widyaiswara Madya Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Hesti Pangastuti dalam Webinar Sosialisasi Pemberdayaan Koperasi.

Sebanyak 49 persen anggota koperasi di Jawa Barat merupakan perempuan dan 38 persen karyawan koperasi juga berasal dari kalangan perempuan.

Sekitar 60 persen dari 1,6 juta pelaku UMKM di Jawa Barat dipimpin perempuan dengan sektor dominan kuliner, fesyen, dan kerajinan.

Jawa Barat memiliki 16.892 koperasi aktif dengan total aset mencapai Rp673 triliun yang berperan menggerakkan ekonomi lokal.

Koperasi simpan pinjam menjadi motor akses pembiayaan anggota, diperkuat skema KUR dan dukungan LPDB-KUMKM.

Program pemerintah melalui pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, dan digitalisasi pemasaran turut mendorong penguatan koperasi wanita.

Tantangan yang dihadapi meliputi kapasitas SDM, tata kelola manajemen, kesenjangan digital, serta akses pasar berkelanjutan.

Webinar diikuti lebih dari 1.000 peserta daring yang terdiri dari pengurus koperasi, pelaku UMKM, akademisi, dan penggerak PKK se-Jawa Barat.

Pemprov Jawa Barat menegaskan komitmen memperkuat koperasi keluarga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis gotong royong dan asas kekeluargaan.(h.jbr)

Posting Komentar

0 Komentar