Wujudkan "Jabar Istimewa", BP2D Provinsi Jawa Barat Perkuat Kebijakan Pembangunan Berbasis Riset dan Data

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) sukses menggelar rangkaian Forum BP2D Tahun 2026 pada tanggal 18-19 Februari 2026. Acara ini menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah ke depan didasarkan pada bukti ilmiah dan data yang akurat atau Evidence Based Policy.

Dengan tema "Transformasi Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah Untuk Kebijakan Pembangunan Daerah Berbasis Bukti (Evidence Based Policy) dan Berdampak dalam Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Pembangunan", forum ini bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih cerdas dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Arahan Strategis Kepala BP2D Jawa Barat

Dalam laporannya, Kepala BP2D Jawa Barat, Mohammad Taufiq Budi Santoso, menekankan bahwa forum ini adalah ruang strategis untuk menyelaraskan Rencana Kerja (RENJA) 2027 dengan target makro pembangunan. Beliau menggarisbawahi beberapa poin utama:

Transformasi Menuju BRIDA: Memastikan setiap kebijakan melalui transformasi ekosistem riset menuju Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Dampak Nyata bagi Masyarakat: Kebijakan berbasis bukti harus memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan warga.

Prinsip Jabar Istimewa: Semangat pembangunan mengacu pada prinsip "Lembur Diurus, Kota Ditata".

Komitmen Kuat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat

Keberhasilan transformasi riset ini mendapat dukungan penuh dari elemen eksekutif dan legislatif:

Sambutan Sekda Provinsi Jawa Barat:

Bukan Sekadar Pelengkap: Menegaskan bahwa riset dan inovasi adalah institusi penting dan terhormat dalam ekosistem pembangunan, bukan sekadar pelengkap administratif.

Target Standar "Istimewa": Menuntut kinerja BP2D untuk naik kelas dari standar "baik" menuju standar "istimewa" demi akselerasi pembangunan daerah.


Perubahan Paradigma: Mendorong perubahan dari mentalitas ego-system (bekerja sendiri-sendiri) menjadi eco-system yang kolaboratif.

Sambutan anggota DPRD Jawa Barat (Komisi 1):

Dukungan Legislatif: Menyampaikan dukungan penuh terhadap transformasi BP2D menjadi BRIDA untuk memperkuat independensi riset.

Menjawab Tantangan Riil: Menekankan bahwa riset harus mampu menjawab masalah nyata di lapangan, seperti daya saing SDM dan efektivitas pemerintahan.

Bukan Sekadar Dokumen: Berharap hasil riset menjadi landasan kebijakan yang memihak rakyat, bukan hanya berakhir sebagai tumpukan dokumen di lemari.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Masa Depan Digital

Forum ini juga menghadirkan perspektif dari berbagai universitas ternama untuk memperkuat pembangunan di berbagai sektor:

IPB University: Fokus pada kemandirian ekonomi desa melalui program One Village One CEO (OVOC) dan inovasi robot pertanian.

ITB: Mengusulkan skema embedded researcher atau penempatan peneliti langsung di dinas-dinas (OPD).

Universitas Indonesia (UI): Menyoroti digitalisasi UMKM dan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

UNPAD & UPI: Menyiapkan ekosistem inovasi kelas dunia serta penguatan kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menuju Masa Depan yang Lebih Inovatif

Sebagai tindak lanjut, BP2D berkomitmen untuk terus menjadi pusat pengetahuan (knowledge hub) yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan kebijakan pemerintah. Dengan melibatkan 604 instansi, Jawa Barat optimis dapat mengimplementasikan teknologi masa depan, mulai dari penggunaan sensor IoT hingga pemantauan lingkungan berbasis satelit secara real-time.(Humas BP2D Jabar)

Posting Komentar

0 Komentar