Kontribusi Gema Jabar Berbuah Prestasi, SMAN 1 Langkaplancar Juara Umum II Kemenbud RI Ciamis Championship 2026

    Semangat luar biasa ditunjukkan oleh siswa SMAN 1 Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran dalam ajang Kemenbud RI Ciamis Championship 2026.

Di bawah bimbingan Sindi, mahasiswa program Gema Jabar (Gerakan Mahasiswa Mengabdi Jawa Barat) yang juga atlet pencak silat berprestasi, kontingen SMAN 1 Langkaplancar sukses memboyong total 14 medali dan dinobatkan sebagai Juara Umum II tingkat SMA.

Capaian gemilang ini meliputi perolehan 5 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu.

Perjalanan dari Nol Menuju Podium Juara

Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena sebagian besar atlet merupakan siswa kelas X yang baru pertama kali mengenal dan berlatih pencak silat dari nol.

Ekstrakurikuler pencak silat di SMAN 1 Langkaplancar sempat vakum dari pelatih setelah pembimbing sebelumnya pindah tugas ke luar kota.

Kehadiran Sindi sebagai mahasiswa Gema Jabar, sekaligus atlet peraih 10 medali di berbagai kejuaraan — mulai tingkat provinsi hingga internasional — menjadi angin segar bagi sekolah.

Melihat potensi besar yang dimiliki siswa-siswi SMAN 1 Langkaplancar, Sindi tergerak membimbing mereka secara konsisten sejak awal penempatannya pada Juli 2026.

"Bagi saya, menjadi pelatih bukan hanya tentang mengajarkan teknik bertanding, tetapi juga bagaimana membangun disiplin, mental, keberanian, sportivitas, dan semangat anak-anak untuk terus berkembang," ungkap Sindi saat dihubungi, Kamis (8/10/2026).

Persiapan intensif pun dirancang secara bertahap. Mulai dari latihan dua kali seminggu pada bulan pertama, hingga meningkat menjadi lima kali seminggu menjelang kejuaraan.

Materi yang diberikan pun komprehensif. Mencakup teknik dasar, fisik, daya tahan, kecepatan, strategi tanding hingga uji tanding dan penguatan mental.

Tantangan dan Buah Manis Kedisiplinan

Menempa atlet pemula tentu bukan hal mudah. Sindi harus membagi waktu antara tugas utamanya mengajar bimbingan konseling (BK) lewat program Gema Jabar dan mendampingi latihan fisik setiap sore hingga menjelang magrib, bahkan di akhir pekan.

Tantangan kian bertambah karena perbedaan kemampuan tiap siswa yang harus disesuaikan dengan metode latihan yang tepat. Kendati demikian, kerja keras tersebut terbayar lunas.

Dari 18 atlet yang dipersiapkan (dua di antaranya batal tampil akibat mengalami kecelakaan dan cedera), para siswa mampu menunjukkan mental bertanding yang luar biasa.

Salah satu momen paling membanggakan ketika seorang atlet pemula dari kelas X yang baru belajar pencak silat berhasil menyabet medali emas.

"Ada momen ketika beberapa anak sampai menangis dan mengucapkan terima kasih karena merasa sudah dibimbing. Momen-momen seperti itu membuat rasa lelah dan waktu yang saya berikan benar-benar terbayarkan," ungkapnya haru.

Berkah Gema Jabar

Melalui dedikasinya di SMAN 1 Langkaplancar, Sindi membuktikan bahwa potensi diri dapat menjadi jalan untuk memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Berkat keberhasilannya ini, eksistensi Sindi sebagai pelatih mulai dilirik sekolah-sekolah lain di sekitar wilayah Langkaplancar dan kini aktif melatih di 3 sekolah berbeda.

Ia berharap, program Gema Jabar dapat terus berlanjut dan berkembang, memberikan manfaat tidak hanya bagi dunia pendidikan dan siswa, tetapi juga wadah pengembangan diri bagi para mahasiswa.

"Keberhasilan bukan hanya tentang prestasi yang kita dapatkan, tetapi juga tentang seberapa besar kita bisa memberikan manfaat dan meninggalkan hal baik bagi orang-orang di sekitar kita," tutupnya.(.dsdik.jbr)

Posting Komentar

0 Komentar