Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL Sepanjang 16 Kilometer, Target Rampung Desember 2026

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menormalisasi Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) sepanjang 16 kilometer untuk mengurangi risiko banjir di Tambun Utara, Sukawangi, dan sekitarnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau progres pekerjaan di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Selasa (13/10/2026), untuk memastikan penanganan berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, setelah kunjungan di Kecamatan Cabangbungin dan Sukakarya, sekarang saya meninjau Kali CBL. Kita melihat langsung progres normalisasi yang diharapkan dapat mengurangi banjir di wilayah Tambun Utara dan Sukawangi,” ujar Asep.

Sebelum normalisasi dimulai, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi menertibkan sejumlah bangunan liar di bantaran sungai untuk membuka akses pekerjaan dan mengembalikan fungsi daerah aliran sungai.

Asep menegaskan normalisasi diperlukan untuk memperlancar aliran air yang terhambat sedimentasi dan pendangkalan, terutama ketika debit meningkat saat musim hujan.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi terus bekerja. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi banjir saat musim penghujan,” katanya.

Pekerjaan normalisasi dilaksanakan melalui dua paket, yakni segmen Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, hingga Jembatan Pulo Puter, Desa Srimahi, sepanjang sekitar 10 kilometer.

Segmen kedua membentang dari Jembatan Pulo Puter hingga Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, dengan panjang penanganan sekitar enam kilometer.

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi, Denny Rusnandi, menjelaskan paket pertama berlangsung 1 September–29 Desember 2026.

Hingga saat peninjauan, pekerjaan pada segmen pertama mencapai sekitar 950 meter dengan dukungan 11 unit ekskavator.

Sementara itu, paket kedua berlangsung 31 Agustus–28 Desember 2026 dan telah menangani sekitar 2.450 meter sungai menggunakan 10 unit ekskavator.

Denny menjelaskan sedimentasi yang tinggi menyebabkan pendangkalan dan penyempitan badan sungai sehingga menghambat aliran air dari sejumlah saluran yang bermuara ke Kali CBL.

Menurutnya, sungai tersebut belum pernah dinormalisasi sejak dibangun sehingga endapan terus menumpuk dan meningkatkan risiko hambatan aliran air.

Pelaksanaan pekerjaan masih menghadapi kendala berupa bangunan liar, tumpukan sampah, serta kondisi tanah rawan longsor di sekitar Jembatan Pulo Puter, Desa Srimahi.

Asep juga menargetkan penyerapan anggaran Dinas SDA-BMBK mencapai 97 persen, dengan pelaksanaan pembangunan diupayakan maksimal hingga mendekati 100 persen.

“Dalam dua bulan ke depan, pekerjaan infrastruktur akan terus kita kebut. Saya akan kembali turun ke lapangan untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan dan penyerapan anggarannya,” tegasnya.

Melalui normalisasi sepanjang 16 kilometer yang ditargetkan selesai akhir Desember 2026, Pemkab Bekasi berharap kapasitas sungai meningkat dan ancaman banjir bagi permukiman warga semakin berkurang.(h.jbr)

Posting Komentar

0 Komentar